PARTS OF SPEECH

by Iman Firmansyah on 07:44 AM, 03-Feb-14

parts-os-speech.gif

Pada postingan ini, saya akan sedikit menjelaskan tentang salah satu cabang ilmu dalam mempelajari bahasa Inggris, yaitu Parts of Speech.

Sebelum  belajar bahasa Inggris lebih jauh, alangkah baiknya kita mempelajari Parts of Speech sebagai awal mula, karena parts of speech inilah yang akan menjadi dasar untuk belajar bahasa Inggris, dan saya akan menjelaskan betapa pentingnya parts of speech ini.

Langsung saja..

Parts of speech dalam bahasa Indonesia artinya adalah macam-macam kata atau kelas-kelas kata, yang di dalamnya dijelaskan berbagai pengertian, fungsi, dan atau pengklasifikasian dari "kata".

"Kata" itu sendiri mempunyai beberapa jenis dan fungsi yang berbeda-beda. Kita ambil saja dulu contohnya dari kata bahasa Indonesia, yaitu kata "pekerjaan" dan kata "bekerja". Pekerjaan adalah kata benda sedangkan bekerja adalah kata kerja. Mari kita buktikan pada contoh kalimat di bawah ini:

1. Saya mempunyai "pekerjaan" yang nyaman bagi saya sendiri.     > pekerjaan = kata benda
2. Saya "bekerja " di kantor.                                                          > bekerja = kata kerja

Lalu, kita coba tukarkan kata "pekerjaan" ke tempat kata"bekerja" dan sebaliknya:

1. Saya mempunyai "bekerja" yang nyaman bagi saya sendiri.
2. Saya "pekerjaan" di kantor.

Kitapun akan merasa bahwa dari contoh-contoh kalimat tersebut akan menjadi kurang tepat dan tidak nyaman.

Oleh sebeb itu, "kata" mempunyai jenis dan fungsi yang berbeda-beda, yang dimana jika kita salah menempatkan kata, hasilnya akan menjadi kurang nyaman, sebuah kalimatpun atau ucapanpun akan menjadi kacau. Itulah pentingnya Parts of Speech.

Dalam bahasa Inggris, kata memiliki 9 jenis, yaitu:

1. Noun (kata benda): car, pencil, idea, hat, sadness, London.
2. Verb (kata kerja): bring, look, write, be, must, go, seem.
3. Determiner (kata penentu): the, a, an, some, several, this.
4. Adjective (kata sifat): beautiful, far, natural, briliant.
5. Preposition (kata depan): for, to, about, above, into, with.
6. Conjunction (kata penghubung): and, or, because, if, before.
7. Pronoun (kata ganti): I, me, them, we, your, hers.
8. Adverbs (kata keterangan): peacefully, normally, hardly, very, here, today.
9. Interjection (kata seru): aha!, ouch!, wow!

Sebagai tambahan, berbagai sumber mengatakan bahwa parts of speech itu ada 8, dan ada juga yang mengatakan 9. Namun, di sini saya berpandapat bahwa yang namanya "ilmu itu selalu berkembang" dari tahun ke tahun. Berarti tidak menutup kemungkinan bahwa jenis kata dalam bahasa Inggris itu menjadi 9, bahkan menjadi 8 lagi.

Semoga bermanfaat ^_^


References:

- Altenberg, Evelyn P. dan Robert M. Vago. 2010. English Grammar: Understanding the Basics. New York: Cambridge University Press
- Djuharie, Otong Setiawan. 2008. Sentence Writing. Bandung: CV. Yrama Widya
- Djuharie, Otong Setiawan. 2008. Functional English Grammar. Bandung: CV. Yrama Widya
- Eastwood, John. 2008. Learner's Pocket: Grammar. Oxford: Oxford University Press
- dan berbagai sumber di Google

MAIN and AUXILIARY VERBS

by Iman Firmansyah on 11:13 AM, 16-Jul-13

main-and-auxiliary-verbs.jpg

MAIN and AUXILIARY VERBS


1. Main verb and Auxiliary verb

Main verb adalah kata kerja pokok, maksudnya adalah kata kerja yang menjadi utama terhadap suatu makna atau informasi yang ingin disampaikan. Main verb, bisa berdiri sendiri karena maknanya sudah bisa ditangkap atau dipahami. Contoh:

- The children always go to the school in monday up to saturday.

"Go", adalah kata kerja pokok atau utamanya (main verb). Dengan adanya main verb, makna yang ingin disampaikan, akhirnya sudah bisa dimengerti.


Sedangkan auxiliary verb adalah kata kerja bantu yang gunanya untuk membantu main verb dalam menyampaikan suatu makna atau informasi. Auxiliary verb tidak bisa berdiri, karena jikalau berdiri sendiri, maknanya tidak dapat dipahami. Contoh (auxiliary verbnya yaitu must):

- You must.

Artinya "Kamu harus". Harus apa? Apa yang harus? Dengan berdiri sendirinya auxiliary verb, maknanya masih tidak bisa dipahami, kecuali kalau sudah ada main verbnya, maka makna atau informasi yang ingin disampaikan, dapat tersampaikan.

Kita tambahkan main verbnya yaitu write. Maka akan menjadi "You must write". Dengan begitu, makna atau informasinya sudah bisa ketahui.


Seperti yang sudah dikatakan di atas, bahwa auxiliary verb adalah kata kerja bantu yang gunanya untuk membantu main verb dalam menyampaikan suatu makna atau informasi. Seperti apa kegunaannya? Seperti penegesan, pertanyaan, waktu, ketuntasan, kemungkinan, dan lain-lain. Contoh dalam penegesan, kita lihat kembali saja pada contoh di atas, yaitu "You must write" (Kamu harus menulis). Dengan adanya auxiliary verb, salah satunya akan memberikan penegesan dalam menyampaikan suatu informasi.

Perlu diketahui juga bahwa auxiliary verb selalu diletakkan sebelum main verb. Contoh:

- I am listening to the music. (auxiliary verb nya "am" dan main verb nya yaitu "listening")
- She is writting a paragraph
. (auxiliary verb nya "is" dan main verb nya yaitu "writting")


Adapun kata kerja yang lainnya, seperti "have", yang bisa berfungsi sebagai auxiliary verb ataupun main verb. Kata kerja "have" berfungsi sebagai auxiliary verb manakala sesudahnya ada kata kerja lagi. Contoh:

- I have finished the assignment. (have adalah auxiliary verb karena ada kata kerja lain, yaitu finished)

Lalu kata kerja "have" berfungsi sebagai main verb dimana sesudahnya tidak ada kata kerja lagi. Contoh:

- I have a book
. (have adalah main verb, karena tidak ada kerja lain sesudahnya)

Catatan: Tidak hanya kata kerja "have" yang dapat dipakai menjadi auxiliary verb maupun main verb, kata kerja "Do" dan "Be" juga bisa. Untuk mengetahui bahwa suatu kata kerja auxiliary verb atau main verb, kuncinya adalah auxiliary verb selalu diletakkan sebelum main verb.


2. Pembentukan Auxiliary Verb

Seperti yang sudah dikatakan di atas bahwa auxiliary verb adalah kata kerja bantu yang gunanya untuk membantu main verb dalam menyampaikan makna atau suatu informasi. Bantuan dari auxiliary verb dalam membantu main verb ialah seperti penegesan, kemungkinan, waktu, pertanyaan, dan lainnya. Auxiliary verb terbagi menjadi 2 kelompok, yakni: do, be, have, dan modals.


A. Do, Be, Have

Ketiga kata kerja bantu tersebut memiliki fungsi gramatikal yang sangat penting. Do (do, does, did) digunakan untuk membentuk kalimat pertanyaan dan negatif dalam pola simple tenses, dan untuk tujuan lain. Be (am, are, is, was, were) digunakan dengan participles (past participle atau verb3 maupun present participle atau verb4/verb ing) untuk menyatakan passive dan progressive/continuous. Have (have, has, had) digunakan dengan past participle atau verb 3 untuk menyatakan perfect. Untuk lebih jelasnya, mari kita lihat penjelasannya di bawah ini:


1. Do (do, does, did)

Do sebagai Auxiliary Verb manakala:

- Menyatakan makna negatif bila dirangkai dengan "not" dan tentunya diletakkan sebelum main verb. Contoh: I don't know, I don't take the ticket.

- Menyatakan kalimat pertanyaan dalam pola simpe tenses, baik simple present maupun simple past. Contoh: Do they know?, Did he sit?

- Diikuti verb 1 atau kata kerja dasar, untuk menyatakan makna penegasan. Contoh: I do love you (benar-benar mencintai), She does need you (benar-benar membutuhkan).

Do juga bisa sebagai main verb manakala berpengertian melakukan atau mengerjakan. Contoh: They do it (Mereka mengerjakannya), Ani does some activities in the school every afternoon saturday (Ani mengerjakan beberapa aktivitas di sekolah setiap Sabtu sore), He did it very well (Dia mengerjakannya dengan sangat baik).


2. Be (am, are, is, was, were)

Be sebagai Auxiliary Verb manakala:

-  Untuk menyatakan passive bila bertemu dengan past participle atau verb 3. Contoh: The book is written by Kaka, The game was played by them.

- Untuk menyatakan continuous atau progressive bila bertemu present participle atau verb 4 (verb+ing). Contoh: They are writting letters, He is playing a game.

Be juga bisa digunakan sebagai main verb bila tidak bertemu kata kerja, sesudahnya, yaitu verb 3 (past participle) dan verb 4 (present participle). Contoh: She is a nice woman (Dia seorang wanita yang baik), They are teachers (Mereka adalah guru).


3. Have (have, has, had)

Have sebagai auxiliary verb manakala:

- Bertemu past participle atau verb 3 untuk menyatakan perfect tenses, seperti present perfect, past perfect, dan atau yang lainnya. Contoh: I have seen the match before, She has finished her assignment.

Have juga bisa sebagai Main Verb bila tidak bertemu dengan kata kerja, sesudahnya, yaitu verb 3 atau past participle. Contoh: I have a nice book, He had a nice book.


B. Modals

Jenis Auxiliary Verbs yang kedua adalah Modals. Fungsinya sama seperti pengertian Auxiliary Verbs itu sendiri, yakni untuk membantu Main Verbs dalam menyampaikan makna, baik seperti penegasan, pertanyaan, waktu, dll. Modals dibagi menjadi 2, yaitu pure modals (modal utuh) dan quasi/periphrastic modals (semi-modals).

- Pure Modals

Pure modals ialah seperti can, may, shall, will, must, could, might, should, would, would rather lalu diikuti verb 1.

- Quasi/Periphrastic Modals

Quasi/Periphrastic Modals ialah seperti, have to, used to, ought to, be able to, be about to, be to, be supposed to, be allowed to.

(Foto)

3. Penggunaan dan arti dari bentuk modals

A. Simple+Simple forms
B Simple+Perfective forms

PHRASAL VERBS

by Iman Firmansyah on 11:19 AM, 21-Jun-13

phrasal-verbs.png

Phrasal Verbs

Salah satu dari jenis verbs adalah phrasal verbs. Apa itu phrasal verbs? Mari kita simak penjelasannya di bawah ini.


Pengertian

Phrasal verbs adalah kata kerja yang dikombinasikan dengan yang namanya particle. Particle itu bisa berupa adverb atau preposition, dan atau juga adverb dengan preposition. Contoh:

Phrasal verb yang kata kerjanya dikombinasikan dengan particle adverb atau preposition, seperti: find out, go out, go away, look after, get into, look for, come in.

Phrasal verb yang kata kerjanya dikombinasikan dengan particle adverb dan preposition, seperti: look forward to, break off with, get back at, make sure of.


Makna

Untuk mengetahui arti dari suatu phrasal verb itu sendiri, adakalanya mudah untuk diartikan. Kita artikan saja kata kerjanya, lalu dimana particle hanya berfungsi sebagai penekanan untuk kata kerjanya. Contohnya: stand up(berdiri), hurry up(bergegas), lie down(berbaring), wake up(bangun).

Namun, ada juga phrasal verb yang untuk mengetahui artinya, kita tidak bisa dengan cara seperti di atas. Jadi phrasal verb ini hampir sama dengan idiom (ungkapan). Untuk mengetahui artinya, solusinya adalah kita harus sering membaca atau menghafal phrasal verb yang bermakna idiom tersebut. Contoh phrasal verb seperti ini adalah: give up (menyerah), run out (habis), carry on (meneruskan), get over (mengatasi).


Makna ganda

Perlu dikatehui juga, ada pula phrasal verbs yang memiliki makna yang lebih dari satu, jadi kita harus berhati-hati apa makna dari suatu phrasal verb tersebut, atau coba cari artinya di kamus. Perhatikan contoh kalimat di bawah ini (phrasal verbnya go off):

- My alarm clock didn't go off this morning. (ring)
- The bomb could go off at any minute. (explode)
- The fish will go off if you don't put it in the fridge. (go bad)

Contoh lain (phrasal verbnya take off):

- It was hot so I decided to take off my jacket. (remove)
- I am always nervous when the plane takes off. (leaves the ground)


Intransitive and Transitive phrasal verbs

Sebagian phrasal verbs adalah intransitive, yakni tidak membutuhkan objek (atau direct object). Perhatikan contoh di bawah ini:

- The children have grown up. (Anak-anak sudah tumbuh dewasa)
- Please, come in. (Silahkan, masuk)

Lalu, sebagian phrasal verbs yang lain adalah transitive, yakni membutuhkan objek (atau direct object). Contoh:

- You must put on your shoes. (Kamu harus memakai sepatumu)
- Please, turn on the tv.
(Tolong, nyalakan tv)

Perlu diketahui juga, bahwa transitive phrasal verbs, objeknya bisa ditempatkan di kedua tempat, di akhir setelah particle nya dan di tengah antara verb dan particle nya. Contoh:

- turn on the tv atau turn the tv on. (keduanya bisa)
- put on your shoes atau put your shoes on. (keduanya bisa)

Namun jika objeknya adalah kata ganti (pronoun), maka tidak bisa diletakkan di kedua tempat, tapi hanya bisa ditempatkan di tengah di antara verb dan particle nya saja. Contoh:

- turn it on, tidak bisa turn on it.
- put them on, tidak bisa put on them.

Semoga bermanfaat, dan jangan lupa bagikan agar teman kalian juga tahu. ^_^